Senin, 29 Mei 2017

Berbagi Bersama

            
            Tanggal 11 Mei 2017, organisasi yang kuikuti mengadakan bakti sosial atau biasa disebut baksos. Baksos ini bekerja sama dengan Rumah Amal dan Gradasi Salman ITB. Baksos ini bukan hanya sekedar mengunjungi suatu tempat dan memberi barang-barang yang akan kami berikan, tetapi dengan bermalam disebuah kampung, tepatnya di Kampung Santosa, Desa Kancana, Kecamatan Kertasari, Pangalengan dengan bersosialisasi dan membantu para penduduknya, serta memberikan donasi.
            Inilah pengalaman baksos yang sangat menarik dan banyak hikmah. Pagi hari, kami berangkat ke lokasi menggunakan angkutan umum yang sudah di sewa. Selama di perjalanan kami menghabiskan waktu untuk berbincang – bincang. Sangat seru sekali! Tapi lama-kelamaan kami bosan dan akhinya banyak yang tertidur. Lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Saat hampir sampai, kami semua sangat senang. Apalagi udara disana sangat segar. Ya mungkin karena kami lama di daerah perkotaan yang banyak sekali asap, jadi merasa pernapasan kami sangat segar.
            Setibanya di kampung santosa, kami menuju rumah Pa RT setempat. Sesampainya dirumah pak RT, kami diberi hidangan susu murni yang baru di panaskan dan juga berbagai jenis gorengan. Susunya sangat segar, bisa diberi gula putih, gula merah, atau tidak memakai keduanya. Dan gorengannya terasa sangat enak. Terasa berbeda dengan di daerah kami. Setelah itu kami istirahat, hingga adzan ashar berkumandang. Kami pun sholat berjamaah dan selesai sholat, kami berbagi cerita apa saja yang sudah kami lihat selama disana. Kami mulai berbagi cerita, tapi tidak hanya cerita apa yang kami lihat. Kami berbagi cerita tentang pengalaman-pengalaman kami sebelumnya sebelum ini.
            Hingga akhirnya maghrib pun tiba. Kami melaksanakan sholat, lalu kami mengaji hingga isya dan setelah isya kami mendapat materi tentang membuat poster yang unik dan menarik. Setelah semua kegiatan hari ini selesai hingga jam 10 malam, kami pun bersiap untuk tidur.
            Esok paginya, kami bersama-sama berjalan mengantar seorang anak di desa itu untuk ke sekolahnya. SMPN 1 Kertasari, satu satunya sekolah di wilayah tersebut. Kami harus berjalan kaki sejauh 10 km dengan melewati rumah penduduk dan bukit. Tapi kami tidak merasa lelah, karena kami melihat pemandangan yang sangat luar biasa. Dimulai dari rumah penduduk, lapangan, perkebunan, dan sebagainya. Indah sekali pemandangan yang kami lihat saat itu. Kurang lebih 1 jam akhirnya kami sampai di SMPN 1 Kertasari. Kami melihat lihat sekolah itu. Satu kelasnya kurang lebih 40 orang, bahkan ada yang sampai 50 orang. Kami melihat banyak anak sekolah yang berjalan kaki padahal rumahnya jauh, hingga ada yanng menumpang truk angkut hanya untuk ke sekolah. Tapi mereka tetap semangat untuk sekolah walaupun keadaannya seperti itu.
            Banyak sekali yang kami pelajari dari bakti sosial ini. Kami pun tahu, tidak semua orang seberuntung kami. Tidak semua orang dapat hidup bermegah-megahan. Mereka yang hanya tinggal di kampung terpencil saja semangat menjalani hidup. Kenapa kita sebagai yang “beruntung” harus bermalas-malasan? Dan walaupun keadaan mereka seperti itu, mereka tak segan-segan untuk membantu yang lebih susah. Dan yang kami dengar, mata pencaharian mereka rata-rata adalah petani perkebunan, yang gajinya hanya berkisar 200.000-500.000 perbulan. Dari gaji itu mereka harus bertahan hidup selama sebulan beserta semua anggota keluarganya. Namun mereka tidak mengeluh. Dan gaji tersebut tenyata dapat menghidupi keluarga mereka selama sebulan. Kami sangat kagum dan merasa malu. kami sebagai anak SMA saja uang saku 25.000 perhari mungkin tidak cukup. Tapi mereka bisa. Inilah pengalaman yang sangat berharga bagi kami.
            Untuk para pembaca, mungkin kalian sedang merasa kesusahan. Namun ingatlah, mereka jauh lebih kesusahan daripada kita. Bersyukurlah sebanyak-banyaknya. Jangan terus merasa tidak cukup.
            Terimakasih ^_^





Senin, 17 April 2017

DACAPO

Halo para pembaca semuaaa!!
Kita bakal ceritain pengalaman kita yang sangkut pautnya sama budaya ^_^

Kuy Selamat Baca Yaahh!!!

Ini cerita pas kita lagi SMA kelas 10. Sebelum UAS, kelas kita dibagi menjadi 2 kelompok untuk pementasan DACAPO (The Creative Project). Nah kelompok kita itu terdiri dari 20 orang. Penampilan itu katanya untuk nilai UKK mata pelajaran SBK.

Nah udah dibagi kelompok, kita mulai susun rencana mau nampilin apa aja. Temanya Nusantara. Jadi kita nampilin perkusi yang boleh disatuin sama penampilan apapun tapi tidak boleh jauh dari temanya. Kelompok kita ngerencanain bakal ada perkusi, dance, dan teater. Yah, sedikit rumit sih.

Dikasih waktu sekitar 3 minggu buat latihan. Banyak masalah-masalah tertentu saat latihan. Ya pada marah-marah lah, pada gak bisa latihan lah, drum pecah lah, dan masih banyak masalah lainnya. Mungkin karena waktu latihannya terlalu singkat ya, hanya 3 minggu. Pengin banget tuh yang namanya protes ke guru tapi udah terlanjur juga. Kelas lain pun sama deh masalah perkelompoknya. Bahkan, ada juga kelas yang janjian gak akan tampil. Tapi nggak tahunya tampil semua:(

Nah, kita latihan di rumah teman. Latihan teater, latihan dance dan juga perkusi. Heboh bangeeett dan rame pokoknya selama latihan. Ya karena sekolah kita pulangnya sore, jadi latihan bisa sampai malam. Dimarahilah kami oleh orang tua karena terlalu sering pulang malam. Tapi ya kita happy aja gitu seneng bareng temen sampe malem.

Dan akhirnya H-1 tampil pun tiba. Kita latihan dari pagi sampai malam. Rame bangeeett.. dari pagi sampai malam dengar musik itu itu aja, kita makan, dan sebagainya. Tapi sebelumnya harus sudah pada izin dulu ke orang tua masing masing bakal pulang malam. Latihan terus menerus biar penampilan esok hari terlihat perfect lah...

Besoknya kita tampil nih, sedikit gak jelas lah, tapi lumayan lah setidaknya sudah berani tampil :) kita tampil dan banyak yang nonton. Duhh... gugup banget deg degan juga rasanya.. Apakah ini yang dinamakan cinta? hehehe XD

Tapi pengalaman ini sangat berharga menurut kita. Pokoknya gak akan pernah kita lupain sampai kapanpun.

Dan Yaaa terimakasih sudah membaca cerita "pengalaman" ini!
Salam sayang dari kita semua untuk para pembacaa!!! See you ^_^

Senin, 13 Februari 2017

Soal Biologi tentang Pencernaa

                                                               http://www.hidupsehat.web.id

1. Enzim apakah yang dapat mengemulsi lemak?
Jawab : enzim lipase

Pembahasan : Karena enzim lipase berfungsi mengubah lemak menjadi 3 as am lemak dan griserol

2. Apa saja syarat syarat makanan?
Jawab : halal Dan bersih

Pembahasan : Karena dalam islam makanan yang dikonsumsi wajib halal, dan makanan harus bersih agar tidak terkena penyakit.

3. Apa yang disebut mal nutrisi?
Jawab : ketidakseimbangan zat makanan didalam tubuh

4. Enzim apa saja yang terdapat pada lambung?
Jawab : enzim HCL, enzim renin, enzim lipase

Pembahasan : Karena lambung bersifat asam, dan enzim enzim tersebut dapat bertahan pada pH asam.

5. Apa saja zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh?
jawab : Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, garam mineral

Pembahasan : Karena kelima zat tersebut berfungsi sebagai zat penghasil energi, zat pengatur, Dan zat pembangun dalam tubuh.
                                                                 http://www.infokesehattan.com

6. Apa fungsi enzim pencernaan?
Jawab : untuk memecahkan molekul bahan makanan yang kompleks dan besar menjadi lebih sederharna.

Pemabahasan : Karena enzim pencernaan berfungsi sebagai pemecah molekul bahan makanan yang kompleks menjadi lebih sederhana.

7. Apa saja organ pencernaan ?
Jawab : mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus
                                                            ediponorogo.wordpress.com

8. Apa saja kelenjar pencernaan?
Jawab : hati dan pangkreas

Pembahasan : Karena dapat menghasilkan getah empedu yang digunakan sebagai kelenjar pencern an.

9. Apa saja sifat enzim?
Jawab : bekerja pada subtrak tertentu, bekerja pada suhu tertentu, bekerja pada pH tertentu

Pembahasan : Karena kerja benzin dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti suhu, pH, subtrak

10. Dimanakah terjadinya proses pencernaan secara mekanik?
Jawab : pada mulut

Pembahasan : proses pencernaan secara mekanik yaitu proses pencernaan yang menggunakan alat bantu merupa gigi, untuk mencabik atau menggoyakan makanan. Jadi pada mulut terjadi proses pencernaan secara mekanik.

Senin, 06 Februari 2017

You Are My Friend


                                         http://wildan.me/arti-sahabat-dalam-islam-itu-kekal/

Memilih teman bukanlah perkara remeh, Islam memerintahkan kita untuk memilih siapa yang menjadi teman kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

المرء على دين خليله فلينظر احدكم من يخالل

“Seseorang itu berada pada agama teman karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapakah yang dia jadikan teman karibnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad)
.

Dalam proses hijrah, teman bergaul mempunyai pengaruh yang cukup besar. Entah itu menambah ke istiqamahan kita atau membuat kita kembali kepada kemaksiatan.

⏩Maka tinggalkanlah teman yang menghambat proses hijrahmu.




Musibah Dalam Agama

 Musibah dalam agama dianggap biasa

Nabi shallallahu'alaihi wasallam berdoa kepada Allah agar Allah tidak menimpakan musibah atau ujian kepada beliau dalam urusan agama, yaitu doa beliau berikut ini :

وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا

“Ya Allah, Janganlah Engkau jadikan musibah yang menimpa kami dalam urusan agama kami, dan jangan pula Engkau jadikan (harta dan kemewahan) dunia sebagai cita-cita kami yg paling besar, dan tujuan utama dari ilmu yg kamimiliki.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi V/528 no.3502, An-Nasa’I dalam As-Sunan Al-Kubro VI/106, Al-Hakim I/528, dan Ibnu As-Sunny dalam Amalul Yaum wa Al-Lailah no.445).
Derajat hadist tersebut adalah hasan, sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani didalam Shohih Sunan At-Tirmidzi III/168 no.2783, dan Shohih Al-Jami’ I/400.

Musibah pada agama adalah semua perkara yang mengurangi agama kita, seperti malas beribadah, malas pengajian, malas sholat malam, malas bersedekah, dll.

Seringkali kita benar- benar merasa terkena musibah jika musibah tersebut berkaitan dengan dunia kita , seperti berkurangnya harta, jiwa, atau ditimpa penyakit.

Akan tetapi tatkala kita menjadi malas dalam beribadah kita anggap itu adalah hal yang biasa. Padahal itu adalah musibah, bahkan musibah agama lebih parah daripada musibah dunia